
NGANJUK – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAI KH. Zainuddin Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, telah melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mulai tanggal 8 September hingga 8 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran akademik yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik yang berkualitas.
Pelaksanaan PPL tahun ini diselenggarakan di empat lembaga pendidikan, yaitu SDI As-Syafi’ah, MIN 1 Nganjuk, SDIP Nurul Ulum, dan MI Al-Huda Bonggah. Penempatan mahasiswa di berbagai lembaga tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan yang beragam, baik dari segi budaya sekolah, karakteristik peserta didik, metode pembelajaran, maupun pengelolaan kelas. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar, tetapi juga belajar memahami dinamika dan kebutuhan pendidikan di setiap lembaga tempat pelaksanaan PPL.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari observasi lingkungan sekolah, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, hingga membantu pelaksanaan kegiatan sekolah. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa berupaya menghadirkan suasana kelas yang menarik, interaktif, dan menyenangkan melalui penggunaan media pembelajaran kreatif, permainan edukatif, diskusi kelompok, serta pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar sekaligus membantu mahasiswa mengasah keterampilan dalam menyampaikan materi secara efektif.
Salah satu aspek penting dalam pelaksanaan PPL adalah penerapan teori-teori yang telah dipelajari mahasiswa selama perkuliahan. Konsep tentang strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, perkembangan peserta didik, evaluasi pembelajaran, serta pemilihan media pembelajaran mulai diterapkan secara langsung dalam kegiatan mengajar. Mahasiswa belajar bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam membangun komunikasi, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Pengalaman ini menjadi jembatan penting antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dan praktik nyata di lapangan.
Selain memperoleh pengalaman mengajar, mahasiswa juga mempelajari berbagai hal baru melalui interaksi dengan guru pamong, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Bimbingan dari guru di masing-masing lembaga memberikan wawasan mengenai penyusunan administrasi pembelajaran, pengelolaan waktu, penanganan perbedaan karakter siswa, serta pentingnya kerja sama dalam lingkungan sekolah. Mahasiswa juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti menjaga konsentrasi siswa, menghadapi perbedaan tingkat pemahaman, dan menemukan cara kreatif untuk menjelaskan materi yang sulit. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga dalam membangun sikap sabar, tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah.
Kegiatan PPL juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepribadian sebagai calon guru. Melalui keterlibatan dalam kegiatan sekolah dan komunikasi dengan seluruh warga sekolah, mahasiswa belajar pentingnya etika profesi, keteladanan, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama. Pengalaman berinteraksi secara langsung dengan peserta didik turut menumbuhkan pemahaman bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, dan mendampingi perkembangan siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepribadian yang baik.
Dengan berakhirnya pelaksanaan PPL pada 8 Oktober 2026, mahasiswa PGMI STAI KH. Zainuddin Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, diharapkan memperoleh bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat untuk menghadapi dunia kerja sebagai pendidik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang membentuk kesiapan mental, profesionalitas, dan komitmen mahasiswa terhadap dunia pendidikan. Melalui pengalaman di SDI As-Syafi’ah, MIN 1 Nganjuk, SDIP Nurul Ulum, dan MI Al-Huda Bonggah, para mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar, berinovasi, serta menjadi calon guru yang inspiratif dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan Indonesia.